Sinopsis Film Ernest

Sinopsis Film Ernest – Cerita didalam film ini diadaptasi dari memoar karya stand-up comedian, Ernest Prakasa. Dalam film berdurasi 95 menit ini, Ernest melakukan tindakan sebagai sutradara, penulis naskah, dan termasuk pemeran utama. Ngenest bercerita berkenaan kecemasan Ernest (Ernest Prakasa) sebagai anak minoritas yang terlahir dari keturunan etnis Tionghoa.Kisah bermula saat Ernest remaja (Kevin Anggara) masuk sekolah dasar. Karena fisiknya yang terlihat berlainan dari teman-temannya, dengan mata sipit dan kulit putih, Ernest kerap dirundung teman-temannya. Ernest mencoba mengatasi masalah ini dengan berhimpun didalam geng para perundung dan langkah ini pun berhasil, ia tak ulang jadi korban perundungan. Namun, kecemasan terlihat ulang saat Ernest dengan berat hati wajib ikut merundung anak keturunan Tionghoa lainnya.

Berikut cinefilmes.org telah menyiapkan informasi selengkapnya.

Menceritakan berkenaan Ernest Prakasa (Kevin Anggara), seorang pria keturunan Cina yang merasakan beratnya terlahir sebagai minoritas yang selalu dibully oleh teman-teman sekolahnya sejak dia tetap SD. Menjadi korban bully membuatnya bertekad bahwa keturunannya kelak tidak boleh mengalami nasib yang sama. Untuk itu, ia berikrar untuk menikahi perempuan pribumi, dengan harapan agar anaknya kelak tidak mengalami kemalangan yang ia alami. Berhasilkan Ernest meraih calon istri idaman dan memutus mata rantai diskriminasi yang ia alami?

Ernest adalah anak dari pasangan suami istri (Ferry Salim – Olga Lydia) keturunan Cina. Penampilan fisiknya memadai mencerminkan orang Cina kebanyakan. Kulit putih, mata sipit. Dan ternyata, terlahir dengan mata sipit dan kulit putih jadi kerugian baginya.

Sejak hari pertama menginjakkan kaki di SD, ia segera dibully. Hal ini berlanjut konsisten hingga SMP. Di SMP, ia mencoba langkah yang berbeda, yakni mengusahakan berkawan dengan para pembully, dengan harapan seumpama ia berhasil berbaur, maka ia tidak dapat jadi korban bully. Sayangnya, langkah ini pun gagal. Akhirnya Ernest berpikir bahwa ini adalah nasib yang wajib ia terima. Tapi ia paham bahwa ini tidak wajib dialami oleh keturunannya kelak. Ia wajib memutus mata rantai, dengan langkah menikahi seorang perempuan pribumi, dengan harapan kelak ia dapat punya seorang anak pribumi. Rencana ini ditentang oleh sahabatnya sejak SD, Patrick (Marvell Adyatma – Brandon Nicholas Salim – Morgan Oey), yang mulai cita-cita Ernest ini aneh.

Pada tahun ketiga ia kuliah, barulah ia berteman dengan Meira (Lala Karmela), seorang gadis Sunda/Jawa yang seiman dengannya. Perkenalan mereka berjalan memadai mulus, namun masalah timbul saat Ernest bertemu dengan bapak Meira (Budi Dalton) yang serupa sekali tidak menyukai anaknya berpacaran dengan seorang Cina, karena ia pernah hampir bangkrut akibat ditipu oleh kawan bisnisnya yang termasuk Cina. Tapi pada akhirnya Ernest berhasil memenangkan hati calon mertuanya, dan sesudah berpacaran selama lima tahun, mereka menikah.

Setelah menikah, ternyata Ernest punya kekuatiran. Bagaimana seumpama kelak anak mereka terlahir sama sang ayah? Bagaimana seumpama ia selalu gagal menghambat anaknya dari bullying? Segala kecemasan ini mengakibatkan Ernest menahan-nahan keinginan punya anak. Di sisi lain, Meira yang udah didesak orangtuanya juga, menginginkan segera punya anak. Setelah melalui beragam pertengkaran, pada akhirnya Ernest mengalah karena kuatir kehilangan Meira. Dua tahun sesudah menikah, Meira hamil.

Tulisan ini dipublikasikan di Film Bioskop Terbaru dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *